FLAVONOID
Pada pembahasan kali ini akan dibahas apa itu flavonoid.
Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder pada tumbuhan. Flavonoid merupakan turunan dari 2-phenyl-benzyl-γ-Pyrone dengan biosintesis meggunakan jalur fenilpropanoid. Flavonoid berperan memberi warna, memberi rasa pada buah, bunga , biji serta aroma, dan juga sebagai antimikroba, terhindar dari tumbuhan lain dan sebagai pelindung dari paparan sinar UV.
Klasifikasi :
Pengklasifikasian flavonoid bergantung pada atom karbon dari cincin C dimana cincin B terpasang dan tingkat ketidakjenuhan dan oksidasi cincin C. Flavonoid dimana cincin B dihubungkan pada posisi 3 cincin C disebut Isoflavon. pada cincin B jika dihubungkan pada posisi 4 maka disebut neoflavonoid. bila cincin B dihubungkan pada posisi 2 dapat terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan fitur strujtural cincin C, disebut flavon, flavonol, flavanonol, flavonol (katekin), antosianin dan chalcone.
1. Flavon
Flavon merupakan bagian pentig dari flavonoid. Flavon banyak terdapat bunga, daun, buah-buahan sebagai glukosida. sumber flavon : seledri, kamomil, daun mink dan ginko biloba. beberapa merupan contoh dari flavon : epigenin, luteolin, luteolin-7-glukosida, akatekin, baichalin.
2. Flavonol
Senyawa flavanol diantaranya adalah kuersetin, mirisetin, fisetin, galangin, morin, rutin, dan robinetin. Perbedaan flavanol dan flavon terdpat pada gugus pada posisi 3 pada cincin C yang memungkinkan terjadi glikolisasi.
Permasalahan
1. Flavonoid sangat berperan dalam farmatologis, tetapi ada jenis flavonoid naringenin pada jeruk bali yang dapat merusak kinerja dari obat yang diminumkan ke tubuh bila dikonsumsi berbarengan, kenapa hl tersebut bisa terjadi ?
2. Flavonoid bersifat antibakteri, kenapa hal tersebut bisa terjadi ?
3. Menurut anda apakah flavonoid terdapat pada hewan, jika iya berikan contoh.
Saya akan menjawab permasalahan nomor 2.
BalasHapusSaya telah membaca salah satu jurnal mengenai Aktivitas Antibakteri pada suatu Daun Akway yang di dalamnya terdapat senyawa flavonoid dan fenolik aktif, di sana dapat diketahui di dalam nya terdapat flavanon dengan golongan flavonon dengan aktivitas antibakteri sedang sampai kuat sehingga dapat dikategorikan sebagai bahan bioaktivitas salah satunya sebagai antiseptik karena daya hambatan terhadap bakteri gram negatif dan gram positif.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 3. Menururt saya, ada. Namun hewan yang mengandung flavonoid disebabkan karena berinteraksi dengan tanaman atau bunga yang mengandung flavonoid ini. Misalnya seperti serangga yang hinggap pada bunga. Sehingga kandungan flavonoid pada bunga ini akan masuk kedalam tubuh serangga. Karena tubuh hewan tidak dapat membiosintesis foavonoid, maka flavonoid tetap berada pada tubuhnya.
BalasHapus(A1C117007)
saya Rd. Abdurrahman (A1C117015) akan menjawab no. 1 karena flavonoid naringerin dalam jeruk bali akan menghambat kerja obat dengan cara mwnguraikannya dan proses metabolisme sehingga zat aktif obat akan langsung memasuki aliran darah secara berlebihan. kandungan obat yang berlebihan tersebut dapat meyebabkan masalah serius bagi kesehatan tubuh.
BalasHapus