Secara umum,kekuatan asam dalam senyawa organik berbanding lurus dengan stabilitas basa konjugat asam. Dengan kata lain, asam memiliki basa konjugat yang stabil akan lebih asam daripada asam yang memiliki basa konjugat yang kurang stabil.
Molekul
asam umumnya memiliki fitur struktural yang memungkinkan anion dalam basa
konjugat untuk melokalisassi muatan pada ruang yang lebih besar. Delokalisassi muatan
negatif (sedemikian sehingga atom tidak harus menanggunng muatan neegatif penuh)
membuat molekul lebih stabil. Fitur paling pentingpada nitrogen daripada
karbon. Untuk yang menstabilkan muatan
negatif neliputi elektronegativitas, hibridasi, dan ukuran atom tempat muatan
negatif berada, efek penarikkan dari atom elektronegatif tetangga, dan efek
resonasi.
Sebuah
atom dapat mempengaruhi kekuatan asam. Muatan negatif lebih suka bersandar pada
unsur-unsur elektronegatif (pecinta elektron). Oleh karena itu, muatan negatif
lebih stabil pada oksigen daripada nitrogen; sama halnya, muatan negatif lebih
stabil pada nitrogen daripada karbon. Untuk alasan itu, alkohol (R-OH) lebih
asam daripada amina (R-NH2), yang pada gilirannya lebih asam dari
alkana (R-CH3), seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini
Ukuran
atom juga berperan dalam menstabilkan muatan negatif. Perubahan sering terjadi
pada atom yang lebih besar daripada atom
yang lebih kecil. Ini ditunjukkan dari
atom besar yang memungkinkan muatan negatif terdelokalisasi pada ruang yang
jauh lebih besar, alih-alih terkonsentrasi di wilayah kecil (seperti pada atom
kecil). Sebagai aturan, ukuran atom mengalahkan pertimbangan
keelektronegatifan. Jadi, meskipun fluor adalah atom yang lebih elektronegatif
daripada yodium, HI lebih asam daripada HF. Atom yodium yang jauh lebih besar
memungkinkan muatan negatif untuk terdelokalisasi di ruang yang lebih besar
daripada atom fluor yang jauh lebih kecil, dan dengan demikian membuat hidrogen
iodida lebih asam. Pengaruh ukuran atom terhadap keasaman ditunjukkan pada
gambar di bawah ini :
Hibridasi
atom dapat mempengaruhi kekuatan asam. Orbital tempat anion pasangan bebas
berkumpul juga mempengaruhi keasaman. Anion pasangan mandiri lebih suka berada
di orbital yang memiliki lebih banyak karakter s dripada karakter p, karena
orbital s lebih dekat dengan inti atom daripada orbital p, dan elektron distabilakan lebih dekat dengan
inti. Orbit yang dihibridassi memiliki karakter 50%, oebital yang hibridasi sp2
memiliki karakter 33%, dan orbital yang dihibridai sp3 memiliki 25%.
Oleh karena itu, anion lebih suka berada di orbital yang dihibridasi sp
daripada yang orbital hibridasi sp2 daripada sp3. Pengaruhnya
tipe orbital ditunjukkan pada gambar dibawah ini :
Elektronegativitas
dapat mempengaruhi kekuatan asam. Gugus-gugus penarik elektron pada asam juga
menstabilkan anion basa konjugat dengan membiarkan sebagian muatan pada anion
untuk mendelokalisasi ke bagian lain dari molekul. Sebagai contoh,
trifluoroethanol lebih asam daripada etanol.
Atom-atom
fluorin yang sangat elektronegatif pada trifluoroethanol menarik kerapatan
elektron dari anion, menghilangkan sebagian muatan negatif dari oksigen, sehingga
menstabilkan molekul.
Struktur
resonasi juga mempengaruhi kekuatan asam. Assam dengan basa konjugat yang
memungkinkan muatan negatif didelokalisasi melalui resonassi adalah asam yang
lebih kuat daripada asam yang basa konjugatnya tidak memiliki struktur
resonasi. Sebagai contoh, asam asetat, yang ditunjukkan pada gambar dibawah
ini, jauh lebih asam daripada etanol
karena anion basa konjugat dari asam asetat dapat mendelokalisasi muatan
negatif melalui resonasi.
Asam alkanoat (atau
asam karboksilat) adalah golongan asam organik alifatik yang memiliki gugus
karboksil (biasa dilambangkan dengan –COOH). Semua asam alkanoat adalah asam
lemah. Dalam pelarut air, sebagian molekulnya terionisasi dengan melepas atom hidrogen
menjadi ion H+.
Asam karboksilat
termasuk asam lemah, yang artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi kation H+
dan anion RCOO- dalam larutan.
Derivat dari asam
karboksilt salah satunya ada asam stearat yang memiliki fungsi
- Sebagai bahan dalam pembuatan lilin, plastik, suplemen makanan, pastel minyak dan komestik, dan untuk melembutkan
- Digunakan sebagai pengeras sabun, terutama yang dibuat dengan minyak sayur.
- Digunakan dalam produk krim cukur aerosol.
- digunakan sebagai pelapis sebuk logam seperti aluminium besi
PERMASALAHAN :
1. Struktur Resonasi dapat mempengaruhi kekuatan asam, dimana contohnya ada asam asetat dan etanol. Asam asetat lebih asam dibanding dengan etanol karna pada asam asetat muatan negatifnya mengalami delokalisasi sedangkan pada etanol tidak. Kenapa pada etanol tidak mengalami delokalisasi ?
2. Pada Struktur asam metanoat dan asam etanoat hanya memiliki perbedaan pada gugus alkilnya saja yaitu pada asam metanoat gugus -OH sedangkan pada asam etanoat gugus -CH3. Kedua gugus pada tiap senyawa ini mempengaruhi tingkat keasaman keduanya. Bagaimana gugus pada tiap senyawa ini mempengaruhi tingkat keasamannya ?
3. Pengaruh Kekuatan asam juga bisa dilihat dari hibridasi Atom, bagaimana anda jelaskan dengan contoh pengaruh hibridasi ini terhadap kekuatan asam ?
1. Struktur Resonasi dapat mempengaruhi kekuatan asam, dimana contohnya ada asam asetat dan etanol. Asam asetat lebih asam dibanding dengan etanol karna pada asam asetat muatan negatifnya mengalami delokalisasi sedangkan pada etanol tidak. Kenapa pada etanol tidak mengalami delokalisasi ?
2. Pada Struktur asam metanoat dan asam etanoat hanya memiliki perbedaan pada gugus alkilnya saja yaitu pada asam metanoat gugus -OH sedangkan pada asam etanoat gugus -CH3. Kedua gugus pada tiap senyawa ini mempengaruhi tingkat keasaman keduanya. Bagaimana gugus pada tiap senyawa ini mempengaruhi tingkat keasamannya ?
3. Pengaruh Kekuatan asam juga bisa dilihat dari hibridasi Atom, bagaimana anda jelaskan dengan contoh pengaruh hibridasi ini terhadap kekuatan asam ?







