Pelarut
polar merupakan pelarut yang paling disukai dalam reeaksi besaing antara reaksi
substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2
Pada alkil halida
sekunder reaksi substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2 akan
terjadi kompetisi dengan nukleofil basa
lemah dalam pelarut dalam pelarut polar aprotik, dalam hal ini SN2 lebih
dominan. Jika larutan digunakan basa kuat seperti : CH3CH2O-,
OH- atau NH- maka reaksi eliminasi E2 yang
akan dominan.
Kinetika untuk reaksi
bersaing reaksi substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2
|
V = k1[RX]
+ k2[RX][Nu / B]
Faktor akan membesar jika konsentrasi Nu atau B
meningkat, reaksi bimokular (SN2 dan E2 ) didukung oleh
konsentrasi Nu baik atau B yang tinggi.
Struktur substrat
merupakan penghalang sterik yang menyebaban penurunan VSN2, tetapi
tidak berlaku pada VE2. Karena reaksi E2 lebih dominan
dibanding SN2.
Dalam persaingan ini
basa yang lebih kuat akan mendukung reaksi E2, dan nukleofil yang
baik akan mendukung reaksi SN2.
Permasalahan :
1.
Kenapa dalam reaksi persaingan ini E2
lebih dominan dibanding SN2 ketika besaing dalam larutan basa
kuat ?
2.
Perbedaan reaksi SN2 dan reaksi
E2 secara spesifik
3.
Dalam keadaan apa reaksi SN2
dan reaksi E2 bersaing ?
Mohon bantuannya teman
:D
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|