Rabu, 20 November 2019

KIMIA ORGANIK III [PRINSIP SINTESIS SENYAWA ORGANIK LANJUTAN]

Pada Pembahasan kali ini akan membahas tentang lanjutan sintesia kimia yaitu pada golongan senyawa metabolit sekunder.
Kalkon merupakan salah satu senyawa metabolit sekunder golongan flavonoid yang dapat diperoleh dengan cara isolasi dari tumbuhan dan diketahui memiliki aktivitas biologis yang beragam. Beberapa kalkon tersubstitusi serta turunannya telah dilaporkan memiliki aktivitas seperti, antibakteri, antifungal, insektisida, anastetik, analgesic, ulcerogenik,. Namun untuk memperoleh senyawa tersebut, terdapat beberapa kelemahan antara lain jumlahnya yang terbatas disbanding dengan senyawa senyawa flavonoid lain dan presentasinya dalam tumbuhan kecil, variasi strukturnya relative sedikit, serta membutuhkan biaya yang besar. Maka didapatkan solusi yang dapat meminimalisir segala kekurangan dalam proses isolasi yaitu dengan sintesis kimia.
Melalui analisis retrosintesis, senyawa kalkon dapat disintesis dengan  menggunakan “starting material” berupa senyawa-senyawa yang mempunyai gugus karbonil aromatic. Suatu keton aromatic dan suatu aldehid aromatic adalah yang cocok. Reaksi pembentukan kalkon ini dikatalis oleh asam-basa, dan biasa dikenal dengan kondensasi aldol atau lebih spesifik kondensasi Claisen-Schmidt. Reaksi tersebut dikenal ramah lingkungan karena tidak banyak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya dan prosesnya juga sangat sederhana.
aktivitas biologis kalkon dipengaruhi oleh gugus α, β tak jenuh dan subtituen yang terikat pada kedua cincin aromatic. Oleh karena itu, variasi subtituen pada kedua cinncin aromatic akan menghasilkan kalkon dengan struktur yang beragam. Kalkon dengan variasi struktur yang luas hanya dapat diperoleh melalui sintesis secara kombinatorial. 

Sintesis senyawa analog kalkon dilakukan dalam satu tahap reaksi melalui kondensasi aldol dengan menggunakan senyawa awal turunan benzaldehid yang tersubstitusi metoksi (2,3-dimetoksi benzaldehid, 3,4-dimetoksi benzaldehid dan 2,4,5-trimetoksibenzaldehid) dan turunan asetofenon yang juga tersubstitusi metoksi (3’ , 4’- dimetoksi asetofenon) dengan menggunakna katalis basa (NaOH) seperti pada gambar dibawah ini.



Dari uji analog kalkon ini menghasilkan beberapa senyawa seperti CA1, CA2, dan CA3 dapat isintesis dengan metode stirrer

Aktivitas biologis suatu senyawa kalkon selain dipengaruhi adanya gugus α, β tak jenuh juga dipengaruhi oleh subtituen pada cincin aromatic. Senyawa CA1 memiliki gugus metoksi benzaldehid yang terletak pada posisi meta-para, CA2 pada posisi ortho-meta sedangkan CA3 pada posisi ortho-para-meta. Dari ketiga senyawa tersebut senyawa CA2 memberikan toksisitas tinggi. Sedangkan Ca3 memberikan aktivitas toksisitas rendah.






PERMASALAHAN :

1. Dari gambar diatas merupakan senyawa analog yang dihasilkan oleh kalkon. Untuk senyawa CA2 memiliki aktivitas toksisitas tertinggi dan untuk senyawa CA3 memberika aktivitas toksisitas terendah, apakah yang membuat senyawa ini memiliki Aktivitas toksik yang berbeda ?
2. Sintesis senyawa analog kalkon dilakukan dalam satu tahap reaksi melalui kondensasi aldol dengan menggunakan senyawa awal turunan benzaldehid yang tersubstitusi metoksi (2,3-dimetoksi benzaldehid, 3,4-dimetoksi benzaldehid dan 2,4,5-trimetoksibenzaldehid) dan turunan asetofenon yang juga tersubstitusi metoksi (3’ , 4’- dimetoksi asetofenon) dengan menggunakna katalis basa (NaOH). Jika katalis basanya kita ubah dengan asam apakah reaksinya akan berlangsung serta hasil Yang diperoleh akan sam ?
3. Dalam pembentukan senyawa khalkon digunakan kondensasi Claisen-Schmidt. Apakah bisa dalam proses pembentukkan khalkon ini digunakan reaksi lain ?

5 komentar:

  1. Hai saya ruslan
    Saya coba bantu selesaikan permasalahan no 1

    Hal itu bisa terjadi kalau menurut saya karena Menurut saya hal ini terjadi karena Struktur senyawanya CA3 yang lebih bulky, dan halangan steriknya juga lebih banyak dibandingkan yang lain.

    Semoga membantu

    BalasHapus
  2. Hallo enung
    Saya Akan mencoba menjawab permasalahan yang no.2. menurut Saya karena pada gugus senyawa CA3 ini mengalami pergantian gugus, Dan pergantian ya gugus ini lebih bersifat ruah, sehingga gugus metoksinya lebih besar dan menyebabkan gugus ini sulit mencapai sistem karboni, jadi senyawa dimetoksi benzaldehid lebih aktif dibandingkan dengan senyawa tri- metoksi benzaldehid.
    Semoga membantu 🙏

    BalasHapus
  3. Assalamualaikum wr wb.
    Saya Khairil Liza
    NIM A1C117036
    Saya akan menjawab permasalahan no 3 dari enung.
    Karena strategi tersebut ramah lingkungan dan bahan bahan yang digunakan dan proses yang digunakan juga sederhana.

    Terimakasih

    BalasHapus
  4. Hallo enung
    Saya Akan mencoba menjawab permasalahan no.2 menurut Saya tidak bisa dikatalis dengan asam, Karena untuk mengkatalis ini harus menghunakan basa kuat, untuk hasilnya menurut Saya tidak dapat molekul target, semoga membantu 🙏

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum wr wb.
    Saya Khairil Liza
    NIM A1C117036

    Disini saya akan menjawab permasalahan no 3 dari enung.
    Bisa saja, tetapi lebih efektif menggunakan kondensasi Claisen-Schmidt ini, karena Reaksi ini merupakan reaksi yang ramah lingkungan dan tidak banyak menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya, serta prosesnya juga sangat sederhana.

    Terimakasih.

    BalasHapus