Sabtu, 23 November 2019

KIMIA BAHAN ALAM [KIMIA BAHAN ALAM UNTUK MAKANAN, MINUMAN DAN PENYEDAP RASA]


Hai guys kali ini saya akan membahas tentang bahan pengawet atau penyedap rasa pada makanan.
Pengawet makanan merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mempertahankan makanan. Saat ini terdapat berbagai macam bahan pengawet makanan. Ada pengawet makanan alami dan ada juga pengawet makanan buatan. Kemudian terdapat beberapa pengawet makanan yang tidak aman jika dikonsumsi. Namun, tidk semua pengwet makanan itu berbahaya untuk dikonsumsi. Berikut beberrapa pengawet makanan yang aman untuk dikonsumsi.

  1. Kalium Benzoat


    Bahan pengawet ini menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin (racun), bakteri spora, dan bakteri bukan pembusuk. Senyawa ini dapat mempengaruhi rasa. Bahan makanan atau minuman yang diberi benzoat dapat memberikan kesan aroma fenol., yaitu seperti aroma obat cair.
    Kalsium benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman ringan, minuman anggur, saus sari buah, sirop, dan ikan asin. Bahan ini bisa menyebabkan dampak negatif pada penderita asma dan  bagi orang yng peka terhdap aspirin. Kalsium benzoat bisa memicu terjadinya serangan asma jika dikonsumsi berlebihan.

  2.  Sulfur Dioksida (SO2) 


    Bahan pengawet ini biasanya ditambahkan pada sari buah, buah kering, kacang kering, sirop, dan acar. Meskipun bermanfaat, penambahan bahan pengawet tersebut beresiko  jika dikonsumsi berlebihan.
    Bahan pengawet ini menyebabkan perlukaan lambung, mempercepat serangan asma, mutasi genetik, kanker, dan alergi.

     

  3. Kalium Nitrit 


    Bahan makanan ini berwarna putih atau bening dan kelarutannya tinggi dalam air. Bahan ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat.
    Kalium nitrit sering digunakan pada daging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah agar tampak selalu segar, semisal daging kornet. Penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan keracunan. Selain mempengaruhi kemampuan sel darah embawa oksigen ke berbagai organ tubuh, juga  menyebabkan kesulitan bernafas, sakit kepala, anemia, radang ginjal, dan muntah-muntah.

     

  4. Kalsium Propionat/Narium Propionat 


    Salah satu bahan pengawet makanan yang aman adalah kalsium propionat dan natrium propionat. Keduanya termasuk kedalam golongan asam propionat, sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Bahan pengawet ini biasanya digunakn untuk produk  roti dan tepung.  Penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan migren, kelelahan, dan kesulitan tidur.

     

  5. Natrium Metasulfat 


    Bahan pengawet ini biasanya digunakn untuk produk  roti dan tepung. Bahan pengawet ini dapat menyebabkan alergi pada kulit jika digunakan berlebihan.

     

  6. Asam Sorbat


    Berapa produk beraroma jeruk, berbahan keju, salad, buah, dan produk minuman kerap ditambahkan asam sorbat.meskipun aman dalam konsentrasi tinggi, asam ini bisa membuat perlakuan di kulit jika berlebihan. 
  7. Natrium Benzoat

    Natrium benzoat rumusnya NaC7H5O2. Digunakan sebagai pengawet makanan dengan nomor E E211. Merupakan garam natrium dari asam benzoat yang muncul ketika dilarutkan dalam air. Dapat diproduksi dengan mereaksikan natrium hidroksida dengan asam benzoat. Asam benzoat ada secara alami dalam jumlah kecil di kranberi, prune, kayu manis, cengkeh, dan apel.
     

    Mekanisme Pengawetan



Gugus –OH asam benzoat dalam natrium merupakan asam organik yang lemah. Bakteri pembusuk akan mati jika inti selnya tidak bersifat netral sehingga pada saat objek pengawetan di beri natrium bezoat bakteri akan lisis. Na sebagai garam dari asam Benzoat untuk mempercepat reaksi.

Hasil Pengawetan.
Dimulai dengan penyerapan asam benzoat kedalam sel. Jika pH intraseluler turun ke angka < 5, fermentasi anaerobik glukosa melalui fosfofruktokinase berkurang tajam[6] sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan kelangsungan hidup mikro-organisme yang dapat merusak makanan.
Semua bakteri akan bakteri yang ada dalam media akan mati tanpa terkecuali, karena Natrium Benzoat larut dalam air sehingga setiap bagian objek akan di asam kan.

  Permasalahan :
1. Pengawet Yang terdapat pada makanan memiliki banyak pilihan. Berbeda-beda jenisnya untuk setiap makanan. Seperti pengawet pada ikan, pada makanan kering. Kenapa hal penggunaan pengawet tersebut beberbeda untuk setiap makananya, apakah hal hal ini berhubungan dengan sifat kimianya atau bagaimana ? 
2. Formaldehida Merupakan senyawa kimia sederhana yang terbuat dari hidrogen, oksigen, dan karbon. Bakteri, tanaman, ikan, dan manusia secara alami menghasilkan formaldehida. Lalu bagaimana Jika tubuh mengkonsumsi formaldehid yang ada pada makanan akan berdampak buruk pada tubuh ?
3. Kalium Benzoat mengawetkan saus Sari buah. Dimana saus ini bersifat asam. Jika kondisi saus ini asam maka bakteri yang berada di saus sari buah ini akan bersifat asam pula. Lalu Bagaimana mekanisme kalium benzoat ini dalam membunuh bakteri, padahal kalium benzoat ini bersifat sebagai asam lemah ? 



3 komentar:

  1. 3.
    Menururt saya dg cara mengikat air bebas dalam ekstrak sari buah tersebut sehingga aktivitas air (yang berperan dalam pertumbuhan bakteri perusak) dapat dikurangi.Dan saus tersebut dapat bertahan berbulan2 Tanpa adanya jamur yg tumbuh.

    BalasHapus
  2. 3. Gugus OH pada kalium benzoat bersifat asam lemah, jika digunakan sebagai pengawet saus sari buah, maka akan bersifat lebih asam sehingga bakteri yang bersifat asam pada saus akan mengalami lisis dan mengakibatkan bakterinya mati

    BalasHapus
  3. 2. Dari sumber yang saya baca formaldehid bisa disebut juga dengan formalin, di mana yang kita tahu formalin adalah zat beracun. Menurut saya kita harus menghindari makanan yang mengandung formaldehid ini, karena formaldehid dalam jumlah banyak pada bahan bangunan saja bisa memberikan efek pada tubuh kita seperti pusing dan lain sebagainya apalagi jika kita memakannya.

    BalasHapus