Rabu, 06 November 2019

KIMIA ORGANIK III [PRINSIP-PRINSIP SINTESIS SENYAWA ORGANIK]


Sintesis senyawa organik merupakan bagian terpenting dari kimia organik. Sintesis organik adalah pembangun dari suatu senyawa organik kompleks yang awalnya berupa senyawa sederhana yang direaksikan oleh serangkaian reaksi kimia. Produk yang dihasilkan merupakan produk alami yang tersedia oleh alam. Contoh dari produk sintesis organik ini yaitu : metabolit sekunder.
Dalam sintesis organik ini terdiri dari dua cara yaitu sintesis total (total syntesis) dan metodologi (metodhology). Sintesis total merupakan sintesis kimia dari suatu senyawa sederhana menjadi senywa kompleks, yang bahanya tersedia secara alami. Sedangkan sintesis metodologi biasanya melibatkan tiga tahapan utama, yaitu penemuan, optimasi dan study lingkungan, dan terakhir yaitu keterbatasan.
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam merancang sebuah sintesis untuk senyawa tertentu : (1) kerangka atom karbon atau kerangka yang ditemukan di kompleks yang diinginkan harus disusun terlebih dahulu, (2) gugus fungsional  yang menjadi ciri senyawa yang diinginkan harus dirubah dari gugus lain pada posisi yang tepat, (3) jika pusat stereogenik muncul, harus diperbaiki dengan cara yang tepat.
Analisis Retrosintesis (Disconnection Approach)
Sintesis ini pertama kali diperkenalkan oleh EJ Corey. Analisis retrosintesis merupakan sebuah tehnik  untuk memecahkan masalah dalam perencanaan sintesis, terutama yang disajikan oleh struktur yang kompleks. Dalam pendekatan ini, sintesis direncanakan beralur mundur dimana produk yang relatif kompleks menuju bahan yang tersedia sebagai molekul yang sederhana (gambar di bawah ini). Pendekatan ini lebih mengharuskan pembangunan kerangka karbon dari molekul yang ditargetkan, menempatkan gugus fungsional dan kontrol yang tepat dari aspek stereokimia.





Pembeda
Sintesis
Retrosintesis
Langkah
reaksi
Retroreaksi
Tanda yang digunakan
Struktur awal
Reaktan
Target
Struktur akhir
Produk
Prekusor
Substrat yang dibutuhkan
Reaksi kefungsional
Retron 9sinton)
Terminologi yang digunakan dalam analisis sintesis dan retrosintesis ditunjukkan pada tabel di atas.

Sebuah transformasi dalam kasus teknik retrosintesis dari reaksi wittig ditampilkan sperti di bawah ini :
 
Langkah retrosynthesis melibatkan pemecahan ikatan (s) untuk membentuk dua atau lebihsithon disebut sebagai pemutusan (diskoneksi).

Berikut merupakan contoh analisis retroosintesis dari sikloheksanol : 



 

 
 

PERMASALAHAN :
1. Pada Blog saya dijelaskan bahwa sintesis memiliki dua cara yaitu sintesis total dan sintesis metodologi. Pada saat kapan kedua reaksi ini digunakan ?
2. Pada Sintesis senyawa organik ada suatu senyawa sinton. Jadi bagaimana sinton dapat membantu menentukan reagen yang cocok dalam suatu reaksi.
3. Kita ketahui sintesis ini ada dua yaitu sintesis linear dan sintesis konfergen. Dari kedua sintesis ini harus digunakan dalam mensintesis suatu senyawa secara langsung atau hanya satu yang dapat digunakan, jelaskan pendapat anda ! 

3 komentar:

  1. Emy yulia nim 064 saya akan menjawab no 3. Menurut saya kita hatus memilih akan menggunakan sintesisi yang mana,karena cara sintesis yang berbeda jika pada sintesis linear ini mensintesis molekul target dengan serangkaian transformasi yg linear sedangkan sintesis konvergen mensintesis secara terpisah kemudian pada tahap selanjutnya digabungkan lagi untuk memperoleh molekul targetnya. Dan juga sebelum kita mensintesis itu ada yang namanya planning strategis yaitu memilih manakah yang lebih baik menggunakan sintesis linear atau sintesis konvergent tadi.
    Semoga membantu.

    BalasHapus
  2. 2. Diketahui bahwa reagen itu merupakan senyawa yang digunakan dalam praktek untuk sinton, Senyawa sinton, dapat menemukan reagen dengan cara senyawa tersebut disintesis, untuk mengetahui suasana selama sintesis, sehingga akan ditemukan reagen-reagen dan alat-alat yang cocok.
    Semoga membantu:)

    BalasHapus
  3. saya RISKA dengan NIM (A1C117076)
    saya akan menjawab permasalahan nomor 1, pada sintesis tolat digunakan saat senyawanya tersedia dalam bentuk alami dan dibenduk dari sintesis kimia yang senyawa organik kompleks dari senyawa organik yang sederhana yang telah tersedia secara alami. Sedangkan sintesis metodologi pada saat senyawa nya tidak tersedia dalam bentuk alami dan dalam pembentukannya mengalami 3 tahap utama yaitu penemuan, optimasi dan study lingkungan, dan keterbatasan.

    BalasHapus