Flavonoid banyak ditemukan pada tanaman dan makanan yang memiliki bioaktifitas yang tinggi termasuk antivirus, antiinflamasi, kardioprotektif, anti-diabetes, anti-kanker, anti-penuan, dan lain-lain.
1. Flavonoid sebagai anti-bakteri
flavonoid mampu berinteraksi dengan DNA bakteri, akbatnya terjadi kerusakan pada permeabilitas pada dinding sel bakteri, mikrosom, dan lisosom.
2. flavonois sebagai anti infalamasi
terjadi dua mekanisme dalam menghambat inflamasi :
- menghambat pelepasan asam arakidonatdan sekresi enzim lisosom dari sel netrofil dan endothelial
- memhambat fase proliferasi dan fase eksudasi dari proses inflamasi
flavonoid mampu menghambat enzem fosfodiesterase pada siklus AMP dan enzim calcium-dependent ATPase. kedua enzim ini berperan sebagai pelepasan histamin dari sel mast dan sel basofil
4. flavonoid antioksidan
Kemampuan flavonoid sebagai antioksidan ditentukan
- Atruktur orto dihidrosi pada cincin B, yang akan menstabilkan radikal aroksil, terjadi akibat pengikatan hidrogen dan dislokasi elektron
- Ikatan rangkap posisi 2,3 pada cincin B, bersama-sama dengan 4-oxo yang bertanggung jawab atas dislokasi elektron dari cincin B
- Adanya gugus hidroksil pada posisiv3 dan 5 pada cincin B
PERMASALAHAN :
1. Flavonoid memiliki banyak manfaat bagi makluk hidup, seperti dapat digunakan sebagai antivirus, antiinflamasi, kardioprotektif, anti-diabetes, anti-kanker, anti-penuan, dan lain-lain. kenapa flavonoid dapat dijadikan sebagai bahan obat yang digunakan untuk mengobati berbagai penakit ?
2. Flavonoid memiliki fungsi sebagai antibakteri, bagaimana mekanisme dari flavonoid saat berperan sebagai antibakteri ?
3. Bagaimana jika seseorang kelebihan dalam mengkonsumsi flavonoid, apa efek samping pada tubuh ?
3. Kita ketahui bahwa hal yang berlebihan itu pasti tidak baik walaupun yang kita konsumsi itu sangat menguntungkan bagi tubuh kita sekalipun jika sudah berlebihan maka akan menjadi bumerang yang lebih bahaya bagi tubuh.
BalasHapusContohnya dimana Kandungan senyawa flavonoid rupanya dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat,hal ini bisa berbahaya bagi kesehatan Anda. Misalnya kandungan flavonoid naringenin yang dapat ditemukan di jeruk bali, terbukti dapat mengganggu kinerja obat. Tidak disarankan mengonsumsi obat-obatan yang dibarengi dengan sari jeruk bali tanpa saran dari dokter. Selain itu Senyawa flavonoid juga dapat menembus plasenta sehingga zat ini berpotensi memberi dampak pada janin. Pastikan untuk mengikuti dosis dan aturan pakai dalam mengonsumsi suplemen flavonoid.
Semoga membantu:)
2. jadi mekanisme dalam suatu flavonoid itu pada bagian antibakteri adalah sebenarnya mekanisme antibakteri ini mengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri yang disebabkan oleh terjadinya penghambatan fungsi dari membran sel dan metabolisme energi sehingga nantinya flavonoid tersebut akan membentuk senyawa kompleks dengan protein ekstraseluler .
BalasHapus1. Menurut saya flavonoid dijadikan sebagai bahan obat untuk beberapa penyakit yaitu karena keberagaman sifat, fungsi dan manfaat dari flavonoid itu. Seperti misalnya flavonoid itu sebagai antioksidan yang mana dengan antioksidan tersebut akan menangkal radikal bebas dalam tubuh sehingga mencegah terjadinya beberapa penyakit seperti kanker, jantung dll.
BalasHapus