KOPI
Dalam tulisan kali ini saya akan membahas tentang salah satu minuman yang saya sukai yaitu kopi. Dimana kopi sangat populer bukan hanya di Indonesia tetapi diseluruh Dunia. Kopi ini memiliki banyak manfaat dan memiliki efek samping bagi tubuh bila dikonsumsi terlalu berlebihan. Bagi mahasiswa khususnya saya kopi merupakan teman dikala sedang mengerjakan tugas ataupun bergadang, karena kopi dapat membuat mata tetap terjaga. Langsung saja kita bahas manfaat bagi tubuh dan kandungan kimia pada kopi :)
KOPI adalah salah satu minuman seduhan dari biji kopi yang sangat digemari oleh banyak masyarakat dunia. Pemprosesan kopi menjadi minuman membutuhkan waktu panjang, yaitu dengan memanen biji kopi yang telah matang selanjutnya dilakukan pemisahan antara kulit kopi dan gelondong kopi, setelahnya dilakukan pengeringan gelondong kopi. selanjutnya dilakukan penyangraian biji kopi dan dilakukan penggilingan hingga halus sebelum diseduh menjadi minuman kopi.
Kopi pertama kali ditemukan sebagai minuman berkhasiat dan berenergi oleh bangsa Etiopia di Benua Afrika sekitar 3000 tahun lalu (1000 SM) yang lalu, kopi terus berkembang hingga menjadi minuman populer di seluruh dunia hingga saat ini.
Minuman kopi sendiri banyak memiliki khasiat yang beragam bagi tubuh karena didalam kopi terdapat kafeina yang di hasilkan dari proses metabolisme sekunder dari golongan alkaloid yang memiliki rasa pahit. Peran utama kafeina di dalam tubuh yaitu dapat meningkatkan kerja psikomotor sehingga dapat menjaga tubuh tetap terjaga dan meningkatkan efek fisikologis berupa peningkatan energi. Efek yang dirasakan dapat terlihat beberapa jam setelah meminum kopi.
Didalam kopi tidak hanya mengandung kafeina saja tetapi ada kandungan antioksidan dan beberapa nutrisi yang dapat bermanfaat bagi tubuh seperti seperti riboflavin (vitamin B2, asam pantotenat (vitamin B5), mangan, kalium, natrium, magnesium, niacin (vitamin B3), kumarin, asam klorogenat, tokoferol, polifenol, plafonoid, dan proantosianidin.
Beberapa dampak positif konsumsi kopi bagi manusia
Kopi akan sangat bermanfaat bila dikonsumsi secara cukup dan sesuai kebutuhan tubuh, tetapi bila dikonsumsi secara berlebihan maka akan memiliki efek samping yang buruk bagi tubuh.
Kafein yang terkandung dalam kopi merupakan bahan bioaktif yang bersifat stimulan pada sistem syaraf pusat dan mampu mencegah penyakit-penyakit yang berkaitan dengan memori jangka panjang seeorang (demensia), seperti Parkison, Alzheimer dan penyakit lain yang berhubungan denganpenurunan fungsi-fungsi jaringan atau organ tubuh secara berkelanjutan atau disebut dengan neurodegeneratif.
Kafestol dan Kahweol merupakan bahan bioaktif yang terdapat pada kopi, cara kerja dari bahan bioaktif ini dapat meningkatkan kolestrol darah. Kedua bahan bioaktif ini bila dikonsumsi secara cukup dan sesuai kebutuha dapat menjadi antioksidan, meredakan radang, dan sebagai hepatoprotektif atau perlindungan hati terhadap penyakit kanker.
Seseorang yang secara mengkonsumsi kopi setiap hari juga dapat berguna untuk mengurangi rasa kantuk, meningkatkan peforma kerja seseorang, meningkatkan energi dan mengobati apnea pada bayi prematur. Kebiasaan mengkonsumsi kopi secara rutin dan tidak berlebihan dapat mengurangi penyakit kronis, seperti hati, ginjal dan kanker. Dalam kopi juga terdapat antioksidan dan nutrisi lain yang sangat bermanfaat oleh tubuh.
Beberapa dampak negatif mengkonsumsi kopi
Sebuah study menunjukkan bahwa jika meminum kopi lebih dari 28 gelas akan mempertinggi rsiko kematian dengan angka prevalensi 21%. Resiko ini akan berdmpak besar bagi mereka yang berumur diatas usia 50 tahun dan juga beresiko bagi ibu hamil. mengkonsumsi kopi berlebihan juga meningkatkan penyakit jantung koroner. Penelitian menunjukkan bahwa kafein sebagai promotor dalam pelepasan serotonin dan dopaminergi transmission. Kedua bahan ini merupakan konstributor dalam penyebab depresi. mengkonsumsi kopi secara berlebihan akan sangat berdampak buruk bagi tubuh karena bahan-bahan bioaktif akan larut dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan rusaknya jaringan organ tubuh.
Proses persiapan kopi sebelum diminum juga memiliki dampak buruk bagi tubuh seperti kafestol dan kahweol yang berperan dalam meningkatkan kolestrol darah, kedua bahan memiliki tingkat konsentrasi maksimum ketika diseduh secara manual. sedangkan kafein dalam kopi mampu meningkatkan laju pernafasan, menjadikan seseorang adiktif, meningkatkan kecemsan dan juga meningkatkan tekanan darah.
Mengkonsumsi kopi secara benar dan cukup tidak menjadikan seseorang menjadi sehat. Sehat yang dimaksud adalah dengan berolahraga dan memakan makanan yang bergizi. kopi hanyalah sebagai pendorong gaya hidup seseorag. :)
Permasalahan :
- Apakah reaksi anda setelah beberapa jam mengkonsumsi kopi. apakah benar dapat meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan rasa kantuk. Jelaskan.
- Menurut anda apakah benar pernyataan bahwa kopi dapat mengurangi resiko penyakit diabetes melitus, sertakan bukti bila benar.
- Manakah yang lebih bermanfaat kopi instan atau kopi hitam ?
Kamsahamida Chinguya...... :D
Haii Enung...
BalasHapusSaya Sulviana Putri dengan NIM A1C117074 akan mencoba menjawab permasalahan pertama.
Apabila saya meminum kopi, terkadang saya cenderung merasakan efek dapat menghilangkan rasa kantuk. Hal ini dikarenakan didalam kopi sendiri terkandung kafeina yang dapat meningkatkan kerja psikomotor sehingga tubuh dapat tetap terjaga serta meningkatkan fisikologis yang dapat meningkatkan energi. Oleh sebab itu benar bahwa kopi dapat meingkatkan konsentrasi dan menghilangkan rasa kantuk.
Terimakasih,, semoga membantu
Nama : yossy mahardani
BalasHapusNim :A1C117034
Saya akan menjawab persoalan no. 3
Manakah kopi yang memiliki manfaat bagi tubuh, kopi hitam lah yang memiliki manfaat bagi tubuh karwna senyawa didalamnya masih murni dan beberapa kandungannya baik bagi tubuh. Sedangkan kopi instan tidak karena didalamnya terkandung banyak sekali bahan kimia termasuk pemanis buatan yang tidak baik bagi tubuh.
Semoga membantu.
Saya Agustri Manda Sari (A1C117035) akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2 yang mana Saya setuju dengan pernyataan bahwa kopi dapat mengurangi resiko terjadinya diabetes melitus. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penelitian asal University of California, los angeles (UCLA) yang menemukan bahwa minum kopi dapat meningkatkan sex hormone-binding globulin (SHBG). SHBG adalah suatu hormon yang menhontrol aktivitas biologis hormon seks tubuh (testosteron dan estrogen) yang berperan dalam perkembangan penyakit diabetea melitus (DM) tipe 2.
BalasHapus