Pelarut
polar merupakan pelarut yang paling disukai dalam reeaksi besaing antara reaksi
substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2
Pada alkil halida
sekunder reaksi substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2 akan
terjadi kompetisi dengan nukleofil basa
lemah dalam pelarut dalam pelarut polar aprotik, dalam hal ini SN2 lebih
dominan. Jika larutan digunakan basa kuat seperti : CH3CH2O-,
OH- atau NH- maka reaksi eliminasi E2 yang
akan dominan.
Kinetika untuk reaksi
bersaing reaksi substitusi SN2 dan reaksi eliminasi E2
|
V = k1[RX]
+ k2[RX][Nu / B]
Faktor akan membesar jika konsentrasi Nu atau B
meningkat, reaksi bimokular (SN2 dan E2 ) didukung oleh
konsentrasi Nu baik atau B yang tinggi.
Struktur substrat
merupakan penghalang sterik yang menyebaban penurunan VSN2, tetapi
tidak berlaku pada VE2. Karena reaksi E2 lebih dominan
dibanding SN2.
Dalam persaingan ini
basa yang lebih kuat akan mendukung reaksi E2, dan nukleofil yang
baik akan mendukung reaksi SN2.
Permasalahan :
1.
Kenapa dalam reaksi persaingan ini E2
lebih dominan dibanding SN2 ketika besaing dalam larutan basa
kuat ?
2.
Perbedaan reaksi SN2 dan reaksi
E2 secara spesifik
3.
Dalam keadaan apa reaksi SN2
dan reaksi E2 bersaing ?
Mohon bantuannya teman
:D
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Saya Winda Sitia Elisabeth S
BalasHapusNIM A1C117016
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor dua. Dalam reaksi bersaing ini perbedaan SN2 dan E2 dapat dilihat dari karbon yang menjadi titik penyerangan, pelarut, dsb pada SN2 Membutuhkan jalur tanpa hambatan ke bagian belakang karbon α
Percabangan α dan β menghalangi jalan dan menghalangi SN2,
Membutuhkan nukleofil yang baik
Pelarut polar dan aprotik meningkatkan nukleofilisitas. Pada E2, Membutuhkan hidrogen β antiperiplanar,
Membutuhkan basa yang kuat, dan suhu yang tinggi
Halo, saudari karibku, Enung. Terima kasih atas ulasan menariknya. Saya Salsa Billa Aprianti dengan NIM A1C117052 akan membantu menjawab permasalahan poin terakhir.
BalasHapusDikatakan reaksi bersaing karena keduanya sama-sama melalui kondisi yang serupa. Baik sama-sama menggunakan pelarut polar dan kebasaan yang berjenis kuat.
Sekian. Semoga membantu! •^•
assalamualaikum wr wb
BalasHapussaya seo sakti sugaragiri (A1C117002)
disini saya akan mencoba menjawab permasalahan no1
apabila yang digunakan adalah basa lewis kuat maka yang akan dominan terjadi adalah reaksi E2
menurut pengertian lewis basa adalah donor elktron bebas, oleh karena itulah pada reaksi jika nukelofil yang digunakan adalah basa lweis kuat maka basa akan memberikan pasangan elektron kepada substrat yang kehilangan gugus pergi akibat dari substrat yang kekurangan pasangan elektron sehinga terjadi kekosongan dan butuh segera pasangan elektron
semoga membantu terimakasih