Reaksi SN1 dan E1, lebih
dominan pada nukleofil atau basa lemah (merangkap) dalam protik polar. Reaksi SN1 dan E1 selalu
mendominasi E1, karena
dalam satu tahap penyerangan pada karbokation.
Menaikkan suhu sedikit memperbesar proporsi
E1, tetapi SN1 masih tetap dominan:
Biasanya reaksi Sn1 dan E1 besaing terdapat
sebagai campuran dalam reaksi
Alkil
halida mengalami berbagai reaksi berbeda yang berkompetisi, tergantig pada
reaksi molekul dan kondisi. Berdasarkan polanya, dapat diprediksi produknya
permasalahan
- kenapa bisa reaksi E1 mendominasi dalam persaingan ini ?
- bagaimana dalam sebuah reaksi terdapat persaingan antara reaksi SN1 dan E1 ?
- apa yang membedakan antara reaksi SN1 dan E1 ?
Saya Emy Yulia
BalasHapusNIM A1C117064
Saya akan membantu menjawab permasalahan enung pada no 3 yaitu apa yang membedakan antara reaksi SN1 dengan E1, pada rekasi SN1 akan terjadi apabila karbokation dapat bereaksi dengan nukleofilik contohnya alkohol, hasil dari SN1 tu adalah alkohol nah sedangkan E1 tu terjadi apabila basa akan menyerang hidrogen pada alkil halida, dan hasil yang terbentuk oada E1 adalah alkena.
Semoga dapat membantu
Baik, saya regina nim A1C117060 akan mencoba menjawab permasalahan nomor 1,
BalasHapusJadi sebenarnya pertanyaannya salah, yang benar itu SN1 yang mendominasi karena dalam SN1 nukleofilnya lemah sehingga lebih mudah terjadi dan lebih cepat
Haii enung, saya Sulviana Putri dengan NIM A1C117074 akan mencoba menjawab permasalahan yang kedua. Dalam suatu reaksi antara alkil halida tersier dan juga nukleofil akan menghasilkan produk, yang mana produk yang terbentuk antara E1 atau SN1. Terdapat suatu kondisi yang menyebabkan produk yang terbentuk akan E1 ataupun SN1, karena hal inilah didalam suatu reaksi terdapat persaingan. Semoga mambantu :)
BalasHapus