Kalian pernah dengerkan apa itu reaksi substitusi......
Ya reaksi substitusi adalah reaksi pergantian gugus fungsional di suatu senyawa tertentu dengan gugus fungsional dari senyawa yang lain. Reaksinya secara umum dapat dilihat :
Reaksi substitusi terbagi menjadi :
1 1. Substitusi nukleofilik
2 2. Substitusi elektrofilik
Kita membahas lebih lanjut apa itu reaksi substitusi nukleofilik....
Substitusi nukleofilik adalah substitusi yang terjadi pada senyawa alifatik, senyawa aromatik, dan senyawa lingkar. Secara umum reaksi dapat ditulis :
Reaktivitas substitusi nukleofilik dipengaruhi oleh reaktivitas nukleofil, struktur alkil halida dan sifat dari gugus yang terlepas. Berdasarkan kinetikanya reaksi substitusi nukleofilik dikelompokkan menjadi reaksi SN2 dan SN1
Reaksi substitusi SN2
Reaksi ini melibatkan keadaan transisi dimana kedua reaktan berada bersama-sama.
Pada saat gugus pergi meniggalkan atom karbon membawa pasangan elektron ikatan, nukleofil memberikan pasangan elektron ikatan yang menghasilkan produk tersubstitusi dengan konfigurasi inversi terhadap substratnya.
Mekanisme reaksi SN2 berlangsung dalam satu tahap
Nukleofilik menyerang dari arah belakang dan berkumpul pada atom carbon tempat terjadinya substitusi berlangsung. Ketika gugus atom bersama pasanga bebasnya melepaskan diri dari atom karbon, nukleofilik memasok sepasang elekron lain pada atom carbon. Mekanisme melibatkan dua molekul, yaitu nukleofilik dan substrat dalam satu tahap mekanisme atau bisa disebut dengan bimolekuler.
Permasalahan
1. Bila reaktivitas nukleofil rendah maka apa yang terjadi pada proses pensubstitusian
2. Apakah ada contoh dari rendahnya nukleofilik, berikan contohnya
3. Apakah dalam reaksi transisi saja reaksi substitusi SN2 terjadi, jika tidak apa alasannya dan jika iya apa alasannya.
1.
1.
Saya infirna fii dinillah dengan Nim A1C117008 akan berusaha menjawab permasalahan nomor 1. Disini saudari enung mengatakan apa yang terjadi bila reaktivitas nukleofil rendah. Menurut beberapa sumber yang saya baca, bila rekativitas rendah maka akan berpengaruh pada proses substitusi. Bisa saja reaksi akan berlangsung lambat, karena rekativitas relativ nukleofilik di pengaruhi oleh relativitas nukleofil.Reaktivitas nukleofil dipengaruhi oleh basisitas, kemampuan mengalami polarisasi, dan solvasi.
BalasHapusMungkin itu saja yang dapat saya tambahkan, semoga dapat membantu.
Saya Disa Ananda dengan NIM A1C117072 akan mencoba membantu menjawab permasalahan no 2
BalasHapusPeemasalahannya apakah ada nukleofilik rendah atau lemah? Jawabannya ada yaitu salah satu contohnya H2O dan CH3OH.
Semoga dapat membantu
Nama: Regina Theresya Br Purba
BalasHapusNIM : A1C117060
Saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 3. Ya, reaksi substitusi hanya terjadi pada keadaan transisi karena Nukleofil menyerang dari belakang ikatan C-X. Pada keadaan transisi, nukleofil dan gugus pergi berasosiasi dengan karbon di mana substitusi akan terjadi. Pada saat gugus pergi terlepas dengan membawa pasangan elektron, nukleofil memberikan pasangan elektronnya untuk dijadikan pasangan elektron dengan karbon. Notasi 2 menyatakan bahwa reaksi adalah bimolekuler, yaitu nukleofil dan substrat terlibat dalam langkah penentu kecepatan reaksi dalam mekanisme reaksi.