Dalam screening fitokimia metode yang dilakukan terkesan sederhana dan cepat, peralatan yang digunakan relatif sedikit, lebih selektif dalam mengidentifikasi senyawa-senyawa tertentu.
Dalam screening fitokimia yang menentukan golongan dapat dilakukan dengan cara :
1. Uji warna
2. Penentuan kelarutan
3. Bilangan RF
4. Ciri spektrum UV
Screening Fitokimia biasa dilakukan pada kelompok senyawa terpenoid, fenol, dan senyawa nitrogen.
1. Terpenoid
Tersusun oleh molekul isopropena (C5), digolongkan berdasarkan jumlah isoprena yang terkandung pada tumbuhan tersebut, seperti : monoterpen, dua isopren (C10), tiga isopren (C15), empat (C20), C25, C30, C35, C40 :
- monoterpen (C10) dan seskuiterpen (C15) : mudah menguap, komponen minyak atsiri
- diterpen (C20) : lebih sukar menguap
- triterpen (C30) : sterol dan saponin (senyawa yang tidak menguap)
- pigmen karetonoid : tetraterpenoid (C40)
- disediakan ekstrak dari tumbuhan yang telah dimaserasi selama 2 jam
- selanjutnya dilakukan penyaringan dan filtrat diuapkan di dalam cawan
- hasil yang didapatkan dari penguapan selanjutnya dditeteskan sebanyak 2 tetes asam asetat anhidrat dan 1 tetes H2S04 pekat.
2. Fenol
Senyawa fenol ditandai dengan struktur cincin aromatik yang mengandung satu atau dua pengganti hidroksil. contoh senyawa : polifenol, flavonoid, tanin dan quinon.
Prosedur Kerja
- Tanin dan Polifenol
- dimasukkan 1-2 gram ekstrak kedalam tabung reaksi
- ditambahkan aquades dan dipanaskan selama 5 menit
- selanjutnya ditambahkan beberapa tetes Fecl3 1%
- Flafonoid
- dimasukkan 1-2 gram ekstrak yang disediakan kedalm tabung reaksi
- ditambah 10 ml air panas dan dididihkan selama 15 menit
- selanjutnya dilakukan penyaringan, dan diambil filtrat sebnyak 5 ml
- lalu ditambahkan serbuk magnesium, 1ml hcl dan amyl alkohol, kocok kuat.
3. Senyawa Nitrogen
Senyawa nitrogen yang paling dominan adalah alkoloid.
Prosedur kerja dari senyaw alkoloid :
- disediakan 1-2 gram ekstrak yang dimasukkan kedalam tabung reaksi
- selanjutnya ditetesi dengan HCL 2N, dan dibagi kedalam 2 tabung reaksi
- pada tabung ke-1 ditambahkan peraksi mayer
- pada tabung ke-2 ditambahkan pereaksi dragendrof
Dalam menafsirkan hasil pada screening fitokimia bisanya tidak sesuai, seperti bila hasil yang didapat positif maka sebenarnya hasil yang diperoleh adalah negatif, hal ini karena kurang ketelitian dari alat yang digunakan.
Permasalahan :
1. Apakah warna dari hasil uji yang teridentifikasi adanya Quinon ?
2. Kenapa pada sreening fitokimia sering terjadi kesalahan dalam menafsirkan hasil uji ?
3. Bagaimana prosedur kerja dari senyawa saponin pada screening fitokimia ini ?
Kamsahamida chinguya :)
Saya Hr. Yuniarccih dengan Nim RSA1C117001
BalasHapusSaya akan mencoba menjawab permasalahan dari saudari Enung yang pertama
Quinon dapat di identifikasi dengan basa. Salah satu turunan dari quinon adalah antrakuinon
Keberadaan senyawa antrakuinon diketahui dengan mereaksikan sampel dengan larutan 10% KOH dalam metanol. Uji ini dikenal dengan istilah uji fitokimia antrakuinon. Sampel dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian ditambahkan larutan 10% KOH dalam metanol,
Apabula terdapat senyawa artakuinon maka akan terbentuk warna kuning, kuning coklat.
Semoga membantu
Terima kasih
Perkenalkan nama saya Ditya Fajar Nursahfitri (A1C117061) menjawab permasalahan 3, dimana Uji senyawa saponin dapat dilakukan dengan metode Forth dengan langkah-langkah di bawah ini:
BalasHapusØ Ditambahkan 1 mL ekstrak sampel ke dalam tabung reaksi,
Ø Ditambahkan 10 mL akuades,
Ø Dikocok selama 30 detik (jika terbentuk busa yang mantap, tidak hilang selama 30 detik maka menunjukkan adanya saponin
Nama : yossy mahardai
BalasHapusNim :A1C117034
Saya akan akan mencoba menjawab permasalahan no. 2 . Dimana terdapat perbedaan warna yang tidak sesaui perkiraan diakibatkan karena kandungan yang ada dalam senyawa memiliki kandungan yang berbed-beda jika di cobakan untuk melihat warnanya nantinya akan terbentuk warna yang berbeda- beda sesui dengan kandungan yang terdapat didalamnya.
Semoga memvantu